by

Tips Menulis Puisi ala Penyair Terkenal Indonesia

Tips Menulis Puisi ala Penyair Terkenal Indonesia – Puisi merupakan sebuah karya sastra yang berasal dari ungkapan hati seseorang dengan bahasa yang terikat rima, irama, matra, bait, serta susunan lirik yang syahdu. Seringkali puisi dikaitkan dengan perasaan seseorang yang sedang sedih. Maka dari itu, isi dalam puisi sarat makna dengan kata-kata yang indah. Menulis ide untuk karya sastra puisi bisa didapatkan dari mana saja.

Secara umum, puisi cenderung lebih singkat dari karya sastra lain, misalnya novel. Oleh karena itu, puisi seringkali dijadikan sebagai gerbang utama para penulis pemula, seperti saya contohnya. Saya menyukai dunia menulis dengan mulai belajar menulis puisi sederhana dan dengan kosa kata yang sederhana pula. Agar lebih mudah dimengerti para pembaca. Setelah itu, barulah saya mulai memberanikan diri untuk menulis cerpen dan beberapa cerbung. Tapi kalau harus memulai menulis novel, saya masih belum sanggup dan harus membangun niat lebih dalam lagi.

Jadi, apa menulis puisi itu sulit? Saya akan berbagi tips menulis puisi ala penyair terkenal Indonesia. Check this out!

SAPARDI DJOKO DAMONO

“Menulis puisi tidaklah sulit. Namun, tetap harus mengikuti etika menulis puisi agar pesan dalam puisi tersampaikan dengan baik.”

Tips menulis puisi ala Sapardi Djoko Damono

1. Jeda Sejenak

Menurut eyang Sapardi, penulis yang baik tidak boleh terlalu terlibat secara emosional ketika menulis sebuah sajak, dan wajib memberi jeda atau jarak selama beberapa waktu. Misalnya jika sedang dalam keadaan marah, eyang Sapardi tidak akan menulis puisi. Karena jika terlalu memaksakan berpuisi, maka kata-kata yang tertulis adalah kemarahan. Biarkan sejenak hati dan pikiran untuk tenang. Setelah itu, silakan menulis bait demi bait puisi yang indah.

Namun, beberapa waktu silam, eyang Sapardi telah melanggar caranya sendiri untuk tidak menulis puisi saat sedang marah. Marsinah, adalah salah satu karya eyang Sapardi yang di tulis saat sedang dalam kondisi marah. Bahkan, proses menulis puisi tersebut berjalan selama tiga tahun lamanya. Beliau pernah mencoba memberi jeda pada puisi tersebut, namun beliau tidak bisa dan tetap saja terasa amarah-amarah yang tampak dalam puisi tersebut, bahkan sampai sekarang puisi Marsinah harus masih di revisi.

Perasaan saat sedang patah hati pun akan terasa berbeda jika terlalu memaksa menulis puisi. Kalimat yang terangkai pasti kalimat-kalimat kesedihan.

Eyang Sapardi sendiri pernah guyon, “Kalau sedang marah, pasti puisi banyak tertulis tanda pentung (tanda seru), kalau patah hati atau jatuh cinta, puisi yang tertulis banyak titik-titiknya.”

2. Carilah Ide di Sekitar Kita

Terlalu berat menciptakan kata-kata atau terlalu membayangkan sesuatu setinggi langit, bukan hal yang natural untuk membuat sebuah puisi. Hal ini akan tampak memaksakan, bahkan menyulitkan penulis. Salah satu contoh karya eyang Sapardi, “Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari” yang beliau tulis sangat sederhana, namun memiliki makna yang dalam, berhasil masuk dalam antologi puisi dunia bersama karya eyang Rendra.

Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari
waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi
matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang
di depan aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa
diantara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar
tentang siapa diantara kami yang harus berjalan di depan

Eyang Sapardi sendiri kurang memahami mengapa puisi sederhananya sangat dihargai dan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa negara. Selain itu, puisi inilah yang paling beliau hafal dan merupakan terfavorit, karena memang kalimatnya sangat mudah dicerna dan bermakna dalam.

3. Karya Sendiri Bukan Untuk Ditiru

Eyang Sapardi menyampaikan, meniru karya orang lain sudah biasa terdengar, tapi meniru karya sendiri adalah sebuah kesalahan terbesar. Penulis yang cenderung berkutat dengan hasil karyanya sendiri malah akan menjerumuskannya ke dalam jurang. Hal itu akan membuat sebuah karya akan terlihat monoton, dan pemikiran yang berputar di tempat yang sama.

Menulis masalah yang sama dalam setiap karya sastra justru membuat tak berkembang. Cobalah untuk keluar dari zona nyaman, seperti menulis tentang keluarga, sahabat, masa kecil, bahkan kritik terhadap penguasa. Dari sanalah seorang penulis akan memulai hari barunya dan berekspresi lebih nyata dengan banyak kata-kata. Makanya perlu sesekali membaca tulisan orang lain, untuk menambah wawasan dan kosa kata.

JOKO PINURBO

“Banyak puisi bagus yang gagal karena si penyair tergoda untuk berceramah dan menyimpulkan sendiri puisi tersebut di ending-nya.”

Tips menulis puisi ala Joko Pinurbo

1. Buat Buku Catatan Ide

Cobalah untuk mencatat ke dalam buku tentang kenangan atau kejadian menarik yang dialami. Hal ini akan mampu membuat penulis lebih terarah dalam menulis dan dengan mudah penulis menuangkan ide-ide puisinya.

2. Sudut Pandang Berbeda

Hujan adalah air yang turun dari langit. Nah, penulis harus bisa memperluas makna itu. Menjadikannya sebagai hujan yang dinanti banyak orang, menjadikannya sebagai bagian dari hal yang menyenangkan.

3. Serahkan Pada Pembaca

Banyak penulis yang bukannya menyampaikan maksud dari isi puisi, tetapi malah seperti berceramah. Alhasil, puisi yang dibuat akan rusak, dan mengganggu hak si pembaca untuk menyimpulkan puisi yang kamu buat. Buatlah puisi yang sedikit membuat penasaran, atau setidaknya jangan menyimpulkan sendiri pesan, amanah dalam puisi yang telah dibuat.

4. Bacalah Karya Puisi Lain

Pasti pernah beberapa puisi dari penyair lain yang tersangkut dalam pikiran. Hal ini akan sedikit banyak membantu dalam memandu kita menulis sebuah puisi. Gaya bahasa yang sederhana dan beberapa hal unik lain yang terkandung dalam puisi lain bisa menjadi referensi.

5. Jadilah Sosok yang Sederhana dan Bersahaja

Seorang penyair hebat memang selalu berhasil menghipnotis pembacanya. Namun di luar itu, seorang penyair yang baik tersebut adalah juga manusia biasa, yang dalam kehidupan sehari-harinya melakukan hal yang lebih luar biasa dari banyak sajak yang telah dibuatnya.

Semoga saya dan banyak penulis pemula lainnya bisa menjadikan tips menulis puisi ala penyair terkenal ini sebagai acuan untuk bisa menulis sajak-sajak indah yang bermanfaat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed