Rekomendasi Buku Self Improvement. Pandemi Bersama Buku

Rekomendasi buku self improvement 2020 ini berdasarkan apa yang sudah saya baca tahun ini di tengah pandemi. Setelah mengikuti kegiatan satu minggu satu buku sejak tahun 2018 lalu, saya jadi jatuh cinta pada buku nonfiksi. Apalagi yang bertema self improvement. Rasanya setiap bulan harus ada buku self improvement yang harus saya baca, minimal satu.

Buku-buku tersebut sangat membantu meredakan kegalauan kita akhir-akhir ini akibat pandemi. Buku-buku ini memotivasi kita untuk terus hidup bermanfaat bagi orang lain, meskipun kita sendiri dalam keadaan susah. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari buku self improvement. Bahkan tidak sedikit yang mengaku kebiasaan hidupnya berubah usai membaca buku semacam ini.

Berikut daftar buku rekomendasi self improvement terbaik versi saya, siapa tahu teman bloger sedang ingin mencari dan meminangnya menjadi salah satu penghuni rak buku di rumah

Bisnis Modal Dengkul, Itupun Dengkul Orang

Judul tersebut memang terdengar kocak. Seperti judulnya, sang penulis Edi AH Iyubenu banyak memberikan tipsnya sebagai pengusaha sukses sekaligus manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Menjalani bisnis ala Edi AH Iyubenu harus dilakukan dengan niat yang bersih, ikhlas lillahi ta’ala karena ingin punya nilai manfaat terhadap sesama.

Kalau bisnis hanya ingin dipuji, dihormati, apalagi disembah, naudzubillah, lebih baik pulang sajalah. Ngga usah ikut berbisnis, jadi saja politikus. Begitulah kira-kira pesan yang ditulis oleh Pak Edi dalam buku yang sangat out of the box dalam bisnis ini. Mengapa saya mengelompokkannya dalam kategori self improvement? Karena buku ini tidak hanya untuk pelaku usaha, tapi juga berlaku untuk teman bloger semua yang juga berperan sebagai customer.

Membaca buku ini akan membawa kita pada pelajaran ikhlas, yang tidak akan ada khatamnya. Karena ikhlas pelajaran seumur hidup.

Tipping Point, Malcolm Gladwell. Self Improvement dan Branding

Buku karangan Malcolm Gladwell ini sukses menjadi best seller versi New York Times lho! Kita akan diberi wawasan luas dan mendalam perihal teori getok tular. Teori yang tidak hanya dibutuhkan oleh pebisnis dan influencer, namun bagi bloger seperti saya pun sangat banyak ilmu yang bisa diambil lho!

The Tipping Point merupakan kisah petualangan intelektual yang ditulis dengan semangat yang mudah menular dalam menggali kekuatan dan kebahagiaan dari berbagai ide baru. Yang paling penting, buku ini juga adalah sebuah peta penunjuk jalan menuju perubahan, dengan pesan penuh harapan-bahwa orang yang imajinatif, asalkan memasang tuasnya di tempat yang benar, tidak mustahil mampu menggeser bumi ini dari kedudukannya, untuk mengubah dunia.

Diet Kenyang ala Dewi Hughes. Self Improvement dan Motivasi

Diet Kenyang ini digagas oleh Hughes karena terinspirasi dengan neneknya yang hidup sampai usia 103 tahun. Juga gaya hidup orang-orang di Blue Area yang mengonsumsi makanan dari alam secara langsung. Bahkan di usia mereka yang senja, masih bisa menggarap ladang bahkan sawah. Inilah yang membuat Hughes bersemangat untuk menerapkan pola hidup seperti mereka.

Melalui buku ini, kita tidak hanya disuguhi menu-menu sehat ala Hughes. Namun juga banyak motivasi Hughes untuk kita semua, khususnya ibu muda agar tidak menyia-nyiakan hidupnya selagi muda. Berusaha semaksimal mungkin agar punya nilai manfaat untuk orang di sekitar. Hughes juga memotivasi pembaca agar lebih mendekatkan diri pada Tuhan agar hati tenang dan bahagia.

Berislam dengan Akal Sehat

Salah satu buku self improvement dengan genre agama adalah buku karya Edi AH Iyubenu yang nangkring menjadi salah satu koleksi saya tahun ini. Banyak dari kita mengaku berakal sehat dan beragama Islam, namun perilakunya tidak mencerminkan apa yang diucapkannya sebagai muslim yang baik.

Maksudnya, diantara kita pasti sudah banyak yang tahu beberapa keilmuan tentang keislaman dicantumkan di dalamnya. Namun, yang menjadi nilai tambah dalam buku ini adalah pembaca diajak untuk mengembangkan jalan berislam yang kritis rasional yang bermoral dalam memahami dan mempraktikkan warisan-warisan Rasulullah. Karena hanya melalui jalan ilmu yang bermoral dan bertanggung jawab itulah Islam akan senantiasa hadir dengan wajahnya yang ramah, humanis, sekaligus dinamis.

Contohnya saja banyak orang yang mengaku paham agama, namun seringkali juga menolak kebenaran sains perihal virus Covid-19. Alih-alih mengingatkan agar hanya takut pada Allah daripada mengingatkan untuk berikhtiar sebelum tawakkal. 

Berislam dengan Akal Sehat mengajak kita untuk bersifat moderat pada seluruh realitas di negara kita, termasuk kemajemukan dan kemanusiaan. Inilah kiranya makna yang disebut sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Nah, itulah sedikit cuplikan tentang rekomendasi buku self improvement 2020 versi saya. Kalau teman bloger, punya rekomendasi buku apa nih untuk dibaca menemani kita di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar saat ini? Sharing yuk!

Rekomendasi Buku Self Improvement. Pandemi Bersama Buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh Bantuan?
Hubungi Kami