8 Pengaruh Stress bagi Kesehatan

8 Pengaruh Stress bagi Kesehatan-Banyak sekali keadaan dan aktivitas yang dapat menyebabkan stress dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini saya mengalaminya. Kira-kira dari awal bulan, saya ikut beberapa program blogging. Betul, kalian tidak salah dengar. Beberapa. Keputusan itu diambil bukan atas dasar keinginan semata tetapi memang program yang ditawarkan sangat menarik, dan satu diantaranya adalah program tahunan. Jadi sekarang atau menunggu tahun berikutnya.

Banyak program, tentunya banyak deadline tugas.

Saya cukup keteteran sampai akhir-akhir ini saya merasa kurang enak badan. Persoalannya mungkin bukan di deadline nya, tetapi lebih kepada belum seimbangnya keputusan, kemampuan dan tuntutan.

Kenapa saya bilang seperti itu?

Semua orang pasti pernah mengalami dikejar deadline, kalau mampu pasti akan berhasil menyelesaikannya dan move on setelah pekerjaan itu terselesaikan.

Sementara saya sendiri belum bisa move on (sampai sekarang), karena melihat kenyataan bahwa saya enggak produktif di minggu ini. Indikatornya sendiri ada di to do list saya itu bolongnya banyak sementara sekarang sudah weekend. Gimana coba ngejar ngerjainnya? Melihat list yang panjang belum di ✔ aja langsung pusing kepala.

Ada yang pernah mengalami kejadian mirip seperti saya?

Kalau ada yang pernah mengalami, kemungkinan besar kita sedang stress. Lalu apa sih yang kita rasakan ketika stress?

Kira-kira begini gambarannya,

Tegang, merasa lelah tubuh dan pikiran, badan berasa k.o tapi tapi ngga bisa istirahat, ngga enak tidur, engga enak makan, mood cepat tersinggung, pikiran kusut, sensitive, segala kepikiran (terlalu banyak cache di otak kita), dsb.

Banyak sekali keadaan dan aktivitas yang dapat menyebabkan stress dalam kehidupan sehari-hari. Kurang tidur, bertengkar dengan pasangan, teman atau keluarga, aktivitas yang tidak dalam level moderate seperti misalnya kerja sampai lupa waktu, main sampai lupa waktu, kurang olahraga, olahraga berlebihan, deadline, stress akibat faktor kemajuan teknologi, dll.

Tubuh Kita dan Hormon Stress

Ketika kita semisal menghadapi deadline, maka hormon adrenalin dan kortisol yang diproduksi tubuh itu akan membantu kita untuk jadi lebih aware dan lebih fokus, tetapi jika hormon ini terus diproduksi dalam jangka waktu yang lama , nah ini yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

 

Fakta Tentang Hormon Stress

Hormon stress atau hormon kortisol adalah hormon yang bertanggungjawab atas penyediaan energi. Dia mengaktifkan semua system dan memberikan power kepada otot untuk memprovokasi tindakan dalam sistem vaskular.

Dibawah ini adalah beberapa fakta tentang hormon kortisol:

  1. Di malam hari lebih sedikit kortisol yang dilepaskan. Tentunya agar tubuh kita dapat beristirahat (system saraf parasimpatik). Jika dimalam hari terdapat keluhan semisal tidur gelisah, ini merupakan pertanda stress bawah sadar yang mendominasi kita.
  2. Di pagi hari, kortisol memastikan badan kita aktif sehingga kita bisa bangun dari tempat tidur. Ini berarti pada saat kita bangun, pelepasan kortisol sangat dominan sehingga kita dapat memulai aktivitas pagi itu.
  3. Hormon kortisol adalah hormon yang dapat menunjukan stress kronis/stress jangka panjang dan permanen.Tubuh kita sangat cerdas, dia mengeluarkan hormon kortisol sesuai dosis sehingga stress jangka pendek dapat dikatakan sehat, tidak membahayakan. Yang berbahaya adalah jika kadar hormon kortisol yang berada di dalam tubuh selalu tinggi dalam waktu relative lama.

8 Pengaruh Stress Bagi Kesehatan

Reaksi tubuh terhadap peningkatan kadar hormon kortisol jangka panjang berpengaruh kurang baik bagi kesehatan. Berikut adalah 7 pengaruh stress bagi kesehatan,

  1. Hormon kortisol selalu berkaitan dengan pasokan energi. Sumber energi yang paling sederhana dan tercepat adalah yang disebut karbohidrat, yaitu gula.

Ketika tubuh kita stress, membutuhkan sumber untuk memproduksi hormon kortisol, pertama-tama tubuh akan memproduksi sebanyak-banyaknya gula. Gula ini terbentuk dari protein dan lemak, yang artinya perombakan otot tubuh.

Jika ini terus menerus terjadi dapat menyebabkan kelemahan pada otot atau tremor otot, massa tulang berkurang, yang pada akhirnya meningkatkan resiko osteoporosis karena kadar gula meningkat dalam aliran darah. Kemudian tubuh akan berusaha untuk menurunkan kadar gula darah dengan melepaskan insulin.

Ini yang menyebabkan kita merasa lapar yang tidak tertahankan (craving), dalam jangka panjang ini dapat menxebabkan kondisi resisten terhadap insulin. Ini berarti bahwa sel –sel yang melepaskan insulin tidak lagi terkontrol dengan baik oleh tubuh atau bereaksi kurang baik dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2.

  1. Keluhan lain yang dapat timbul dari keadaan stress kronis bersifat psikologis, seperti depresi, serangan panic, kecemasan.

Hal ini disebakan karena kadar kortisol yang telampau tinggi sehingga mengurangi kurir serotonin. Serotonin sendiri bertanggungjawab mempengaruhi mood kita menjadi lebih baik.

  1. Stress jangka panjang juga dapat menyebabkan kemungkinan gangguan tidur.

Melatonin, yang sebenarnya merupakan hormon tidur, tidak mampu diproduksi secara optimal sehingga tidak memadai untuk kebutuhan tubuh. Hal ini disebabkan karena hormon metabolisme yang ada hubungannya dengan hormon kortisol terbuang sehingga tubuh tidak dapat beristirahat di malam hari dan tidak dapat lagi tidur nyenyak.

Ketika bangun di pagi hari, badan merasa tidak di-recharge, lesu, gelisah sepanjang hari dan tidak dapat berkonsentrasi.

Sebaliknya di malam hari yang seharusnya kadar hormone kortisol flat/datar menjadi sangat tinggi dan energy kita merasa terpompa, akibatnya kita tidak dapat beristirahat.

  1. Faktor lain dalam stress kronis adalah sensitivitas terhadap rasa sakit meningkat secara signifikan.

Terutama ketika kadar hormon kortisol tinggi, korteks adrenal menjadi lelah dan karenanya hanya dapat memproduksi kortisol dalam jumlah yang sangat tinggi.

Pengaruhnya adalah kepekaan otak terhadap rasa sakit, seperti umpan balik terhadap rasa sakit menjadi lebih kuat dan lebih cepat secara signifikan dibandingkan kondisi normal.Ini berarti kita akan merasakan sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, sakit perut. Hal ini dapat juga terjadi di malam hari yang berarti mengurangi fase beristirahat yang tubuh butuhkan.

 

  1. Kadar kortisol yang tinggi dalam stress kronis dapat mengurangi kekebalan tubuh.

Kita dapat menggunakan kortisol sebagai obat dalam pengobatan sebagai kortison. Ini digunakan terutama untuk penyakit autoimun untuk meredam system kekebalan tubuh, yang timbul dalam bentuk rasa sakit, seperti misal radang sendi.

Dalam keadaan tubuh normal dan tidak menderita penyakit autoimun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi, seperti misalnya gejala batuk dan flu.

  1. Kortisol juga meningkatkan tekanan darah.

Sistem saraf simpatik memproduksi kortisol untuk meningkatkan kinerja tubuh. Ini berarti tekanan darah naik, dan darah mengalir ke organ pencernaan dan organ yang diperlukan tubuh untuk beristirahat. Akibatnya kita akan mengalami jantung berdebar, rasa mual, sakit perut.

  1. Kortisol dapat mempengaruhi kadar testosterone pada pria.

Kadar kortisol yang tinggi dapat menurunkan kadar testosterone, yang berarti hilangnya gairah sex atau berkurangnya fungsi seksual

  1. Kortisol dapat mempengaruhi siklus menstruasi perempuan.

Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan pendarahan tiba –tiba (di luar schedule, tidak di masa menstruasi), menstruasi yang lama atau siklus menstruasi yang tidak muncul.

Kesimpulan

Melihat pengaruh stress terhadap kesehatan di atas, apakah kita masih mau memelihara stress ini?

Mulai lah dengan mengatur pola hidup kita kembali, jangan lupa banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stress ini.

Stay safe …xoxo

8 Pengaruh Stress bagi Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh Bantuan?
Hubungi Kami